CANDI BOROBUDUR (42 km barat laut Yogyakarta) merupakan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia dan diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia. Kunjungi Borobudur dan temukan harta karun dunia di Pulau Jawa, Indonesia.

Candi Borobudur adalah bangunan arkeologi yang sangat terkenal, bukan hanya di kalangan umat Buddha namun juga di seluruh dunia. Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Syailendra pada abad ke-8. Tak banyak yang diketahui tentang awal mulanya, namun jelas melibatkan pekerja dalam jumlah raksasa untuk mengukir 60.000 meter kubik batu vulkanik.

Pada dinding Candi Borobudur terukir relief yang berisi ajaran Buddha sepanjang 6 km! Hal ini dipuji sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan paling lengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni, setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

Selain ajaran Buddha, relief Borobudur juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada saat itu. Salah satu reliefnya menggambarkan bentuk kapal yang digunakan pelaut-pelaut dari Jawa untuk berlayar hingga Benua Afrika pada abad ke-8, jauh sebelum pelaut-pelaut Portugis melakukannya. Atas inisiatif Philip Beale dari Inggris, pada tahun 2003 dilakukan rekonstruksi untuk membangun replika kapal berdasarkan relief itu yang kemudian digunakan untuk berlayar menyusuri The Cinnamon Route dari Pulau Jawa ke Benua Afrika. Kini kapal tersebut dikenal sebagai Kapal Borobudur dan disimpan di Museum Kapal Samudraraksa yang berada dalam kompleks Candi Borobudur.

Di dekat Candi Borobudur terdapat 2 candi lain, yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon. Ketiga candi ini dibangun pada periode yang sama dan terletak dalam satu garis lurus. Candi Mendut terkenal memiliki arca Buddha berukuran besar dan relief yang berisi cerita hewan / fabel. Candi Pawon terletak di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur.

Hamparan sawah yang membentang luas hingga ke kaki Perbukitan Menoreh menegaskan kembali julukan Jawa Dwipa pada tanah kelahiran candi-candi ini. Bertualang menyusuri jalan yang membelah areal persawaan dan ladang menggunakan sepeda atau andong wisata menjadi pilihan yang tepat. Sambil menikmati segarnya udara khas perdesaan, menyaksikan proses pembuatan berbagai peralatan rumah tangga dari tanah liat (gerabah) sekaligus belajar langsung dari penduduk Dusun Klipoh akan menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan. Setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan dengan singgah ke joglo kuno nan antik yang berusia lebih dari 1 abad di Dusun Jowahan. Keramahan dan sapaan hangat khas penduduk desa akan menyambut.

Jika ingin petualangan yang lebih eksotis dan menantang, naik gajah mengitari kompleks Candi Borobudur atau mendaki Bukit Dagi yang terletak di sebelah barat candi menjadi pilihan aktivitas yang menarik untuk dilakukan. Masih kurang menantang? Bagaimana dengan elephant safari (safari naik gajah) mengelilingi kawasan perdesaan dan menyusuri aliran Sungai Sileng? Dijamin pengalaman bersafari naik gajah akan menjadi momen mengesankan dan tak terlupakan.

Hal lain yang harus dilakukan saat berkunjung ke Borobudur adalah menyaksikan Borobudur Sunrise maupun Borobudur Sunset. Fajar dan senja adalah waktu terbaik untuk menyaksikan kemegahan dan keheningan candi karena tak ada pedagang cinderamata yang lalu lalang dan mengganggu. Deretan stupa, relief, dan lorong candi yang terguyur cahaya jingga dan keemasan akan meninggalkan kesan yang mendalam di benak. Selain menyaksikan momen terbitnya sang surya dari Candi Borobudur, Bukit Punthuk Setumbu juga menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati siluet Candi Borobudur di tengah hamparan kabut tipis dan remang cahaya pagi.

Jalan-jalan dan makan-makan adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan karena itu tak lengkap rasanya jika mengunjungi Borobudur namun tidak mencicipi kuliner yang ada. Tongseng Jamur di Jl. Balaputeradewa dapat menjadi pilihan santap malam. Jika tidak suka jamur, masih ada pilihan lain yakni Warung Bakmi Pak Parno. Meski terletak di dalam gang, Warung Bakmi Pak Parno cukup populer karena kelezatannya.

Sebagai “dessert” untuk menutup perjalanan wisata yang luar biasa ini, Puncak Suroloyo yang terletak di deretan Perbukitan Menoreh menjadi tempat yang layak dikunjungi. Dari ketinggian 1.019 m dpl, Candi Borobudur terlihat mungil dikelilingi oleh 4 gunung kokoh dan perkasa, Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu.

PACITAN – Surga Surfing Tersembunyi di Pulau Jawa, Indonesia

PACITAN (108 km timur Yogyakarta) memiliki banyak gua yang indah dan pantai-pantai yang menawarkan persahabatan dengan penduduk setempat sambil berselancar. Kunjungi Pacitan dan temukan surga surfing tersembunyi di Pulau Jawa, Indonesia.

Pacitan mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang, sebagian mengenalnya sebagai tanah kelahiran Presiden SBY. Namun Pacitan sesungguhnya lebih dari itu. Gua-gua indah tersembunyi di perut perbukitan kapur, sementara tebing-tebing terjal melindungi pantai-pantai memukau dengan surf spots yang membuat peselancar selalu ingin kembali. Ombak yang bagus, penduduk lokal yang ramah, dan pantai yang jauh dari keramaian membuat para surfer kecanduan untuk datang dan bercengkerama dengan ombaknya.

Teleng Ria, pantai terdekat dari pusat kota Pacitan, adalah tempat yang tepat untuk mulai belajar surfing atau sekedar berenang. Pantai ini juga dilengkapi dengan lapangan untuk camping, arena permainan anak, serta sebuah hotel. Garis pantainya cukup panjang, berbatasan dengan Pantai Pancer di sebelah timur yang juga merupakan salah satu tempat favorit berselancar.

Pantai Srau cocok bagi peselancar yang sudah lebih handal dan menginginkan ombak yang lebih menantang. Sementara Pantai Watu Karung yang indah dengan hamparan pasir putihnya memiliki ombak yang menurut para peselancar adalah ombak kelas dunia. Bruce Irons dan Rizal Tanjung adalah peselancar profesional yang sudah membelai barrel-nya.

Tak hanya para peselancar yang akan dimanja. Pantai Klayar di ujung barat Pacitan adalah contoh nyata keindahan dan keeksotikan pantai selatan Jawa. Hamparan pasir putih, batu karang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami membuatnya menjadi pantai dengan sejuta pesona yang tiada duanya.

Bila bagian selatan Pacitan bertaburan dengan pantai indah, maka wilayah lainnya didominasi oleh perbukitan kapur. Meski menjadi tantangan tersendiri bagi para petani, namun bukit-bukit ini menyimpan potensi wisata luar biasa berupa gua-gua alam yang rupawan. Tidak heran jika Pacitan terkenal dengan sebutan Kota 1001 Gua. Salah satunya yang paling fenomenal adalah Gua Gong yang konon adalah gua tercantik di Asia Tenggara. Sementara itu Gua Tabuhan memiliki stalaktit dan stalagmit yang bisa menghasilkan bunyi selaras dengan tangga nada, sehingga sering ditabuh dan dimainkan oleh sekelompok seniman dari desa setempat.

Kondisi geografis Pacitan membuat penduduk tidak bisa menggantungkan hidup dari menanam padi. Singkong akhirnya menjadi primadona untuk komoditas pertanian dan juga simpanan bahan makanan pokok. Salah satu produk olahannya adalah tiwul. Bagi yang penasaran ingin mencicipinya, Rumah Makan Sari Laut Bu Gandos di Jalan Solo-Pacitan menyediakan menu nasi tiwul lengkap dengan sayur kalakan ikan hiu. Anda juga bisa mencoba Nasi Lodo, nasi uduk yang disajikan bersama kuah santan, urap sayuran, dan ayam masak santan. Jangan lewatkan pula aneka olahan seafood yang menggoda selera ataupun pecel madiun yang terkenal.]

Pantai Dreamland

Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai ini terletak di daerah Pecatu, sebuah daerah di bagian selatan Bali. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.